Toksisitas Bahan-Bahan Kimia Terhadap Sistem Reproduksi Manusia

Toksisitas Bahan-Bahan Kimia Terhadap Sistem Reproduksi Manusia

Toksisitas adalah ukuran relatif derajat toksin pada satu bahan kimia pada bahan kimia yang lain pada organisme yang sama. Kandungan toksin satu zat dinyatakan jadi Lethal Dose-50 yaitu dosis satu zat yang dinyatakan dalam mg bahan per kg berat tubuh baca juga

Terkecuali LD-50 dikenal juga dengan arti LC-50 atau Lethal Concentration-50 yaitu kandungan atau konsentrasi satu zat yang dinyatakan dalam mg bahan per mtr. kubik udara (part per million ppm).

Toksisitas reproduktif didalamnya meliputi beberapa efek yang merugikan peranan seksual serta fertilitas pria serta wanita sekalian dampak yang bisa mengganggu perubahan normal baik sebelumnya ataupun setelah kelahiran.

Pada intinya, fisiologis system reproduksi pria serta wanita berlainan tetapi system keduanya dikendalikan oleh hormon yang disebut zat kimia yang disekresi oleh kelenjar pada badan serta mengatur beberapa sel beda pada badan.

Pada wanita, peranan hormon berperan dalam mengatur organ-organ reproduksi, persiapan rahim untuk kehamilan, serta laktasi dan siklus reproduktifnya.

Hormon sangat vital peranannya dalam sistem kehamilan serta perubahan janin. Sedang pada pria, hormon berperan dalam mengatur perubahan organ-organ reproduksi serta pembentukan sperma.

Ada zat kimia (atau obat-obatan) bisa mengganggu jalannya sebagian sistem biologis dalam ke-2 system reproduksi wanita ataupun pria yang dapat mengakibatkan kemandulan, sepertiga embrio alami kematian awal, serta 15% kehamilan juga akan alami abortus spontan.

Umumnya ada tiga tujuan paling utama dari toksikan reproduktif ini. Toksikan itu dapat bekerja segera pada system saraf pusat untuk merubah sekresi hormon, umpamanya saja sisntesis steroid. Ovarium serta testis juga tidak luput dari tujuan obat-obatan zat kimia, terlebih sekali obat kemoterapi kanker.

Karena jelek yang dapat diakibatkan oleh toksik itu diantaranya kemandulan, meningkatnya kematian janin, turunkan tingkat kesuburan, meningkatnya tingkat kematian bayi dan meningkatnya angka cacat.

Dampak jelek perubahan pada organisme keluar karena ada pemaparan sebelumnya pembuahan, sepanjang kehamilan, atau dari lahir hingga waktunya maturasi seksual. Ada pemaparan zat kimia sepanjang masa kehamilan dapat mengakibatkan perubahan defektif atau menuju pada kecacatan.

Di beberapa saat spesifik, janin yang tengah alami perkembangan serta berkembang jadi begitu peka pada ada pemaparan zat kimia toksik. Umpamanya saja, waktu perubahan system organ atau perubahan beberapa sel type spesifik.

Dampak jelek zat kimia makin bertambah panjang serta saat ini makin banyak saja tanda-tanda yang memerlihatkan ibu hamil, janin, bayi yang tetap dalam keadaan menyusui dan anak kecil termasuk juga dalam grup yang memiliki resiko tinggi.

Zat kimia, baik yang organik ataupun anorganik, pada umumnya lebih gampang diabsorbsi oleh bayi dari pada orang dewasa. Pada bayi, biotransformasi pada zat kimia belum juga siap dikerjakan karna ginjalnya belum juga atau kurang dapat mengekskresikan zat kimia dibanding dengan ginjal orang dewasa.

Begitu, dosis yang sama dari zat kimia per unit berat tubuh peluang besar juga akan banyak berakumulasi pada badan bayi dibanding pada badan anak atau orang dewasa hingga peluang untuk alami dampak toksik semakin besar.

Tersebut adalah dampak toksik lingkungan dan dampak buruknya pada system reproduksi :

Arsenik : Abortus yang spontan serta berat tubuh lahir rendah.

Benzene : Abortus spontan, berat tubuh lahir rendah, serta masalah menstruasi.

Karbon disulfida : Ada masalah menstruasi serta dampak jelek pada sperma.

Dikloroetilen : Penyakit jantung bawaan.

Dieldrin : Abortus spontan serta terjadinya kelahiran awal.

Aldrin : Abortus spontan serta persalinan awal.

Merkuri : Abortus spontan, masalah menstruasi, buta serta tuli, ada keterbelakangan mental, serta terjadinya rusaknya otak.

Timbal : Lahir mati, abortus spontan, perubahan terhalang, serta rusaknya otak.

Trikloroetilen : Penyakit jantung bawaan.

Hidrokarbon aromatik polisiklik : Penurunan kesuburan.

Mengingat dampaknya yang begitu beresiko serta beresiko besar pada system reproduksi manusia, Anda dianjurkan berwaspada penuh pada toksikan yang punya potensi meracuni badan.

Memperiksakan-diri ke dokter dengan teratur dapat turunkan kemungkinan serta mendeteksi awal apakah badan telah terserang toksikan atau tidak hingga dapat cepat disikapi dengan perlakuan medis jika zat kimia itu telah bersemayam didalam badan, ditambah lagi untuk Anda yang tengah alami kehamilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *