Yuk, Resapi Makna dari Museum Kata Andrea Hirata

museum andrea hirata
museum andrea hirata

 

Yuk, Resapi Makna dari Museum Kata Andrea Hirata , – “Fiction in the New Power”, begitulah rangkaian kalimat yng menyambut para pengunjung di Museum Kata Andrea Hirata. Lokasinya berada di Gantung, Belitung Timur dengan desain bangunan warna-warni menarik hati. Fakta menarik dari bangunan ini, di dirikan oleh sang penulis bernama Andrea Hirata pada tahun 2010. Di dalam lokasi museum tersebut, terdapat 200 literatur dari berbagai genre diantaranya seperti Musik, Film, Literatur Anak, Seni sampai dengan Arsitektur.

Seperti yang sudah pernah di sampaikan oleh Andrea Hirata pada 2015 lalu bahwa konsep museum kata tersebut memang masih cukup asing di mata msyarakat Indonesia. Padahal di Amerika sendiri, menurutnya telah ada 100 museum kata.

“Konsep museum kata masih asing di Indonesia. Sementara di Amerika ada lebih dari 100 museum kata,” kata Andrea saat ditemui di Museum Kata, Gantung, Belitung Timur, 2015 tahun yang lalu.

Dalam mendirikan bangunan tersebut, Andrea Hirata memang terinspirasi oleh ‘The Mark Twain Boyhood Home and Museum’ di Hannibal, Missouri, Amerika Serikat. Pada tahun 2010 lalu, Andrea Hirata memang mendapatkan beasiswa untuk belajar sastra di University of Lowa.

“Ada salah satu programnya kami disuruh ke Hannibal dan kemudian mengunjungi museum kata di sana. Dari situlah, inspirasi museum kata datang kepada saya,” katanya.

Di lain sisi, bangunan Museum Kata tersebut juga menjadi sebuah perwujudtan janji Andrea Hirata. Bahwa kala melembungnya penjualan novel Laskar Pelangi ia berjanji akan mengalokasikan royalti untuk semua publik Indonesia dengan konsep pendidikan.

“Makanya, museum ini tidak memungut biaya. Siapapun gratis berkunjung ke museum ini,” imbuhnya waktu lalu.

Hanya saja semua pengunjung museum harus membeli minimal satu buku Andrea Hirata senilai Rp. 50.000. Padahal, biaya operasional museum tersebut selama satu bulan bisa mencapai Rp. 10 jutaan, begitu kata Andrea Hirata. Bahkan, hal mengejutkan lain adalah pembangunan museum yang hampir mencapai 1 miliar, bayangkan saja ketika anda berada di sana tidak di pungut biaya sama sekali.

“Museum ini dibangun dari dana yang berasal dari royalti yang saya dapatkan. Namun, properti dan bangunan ini bukan milik saya. Yang menarik, bagian depan bangunan ini dulunya merupakan rumah yang telah berusia 200 tahun,” jelasnya.

Ada beberapa alasan mengapa Andrea Hirata tidak membangun museum ini di kota besar, selain atas nama idealisme tinggi, ia bermaksud memberdayakan orang lokal di daerahnya. Misalnya saja, ia telah mempekerjakan enam orang lokal untuk operasional museum dalam sehari-harinya.

Pada bagian tengah museum, pengunjung akan menemukan sebuah kedai kopi kecil yang enak untuk di singgahi. Kepedulian tinggi yang di miliki oleh Andrea Hirata terhadap dunia pendidikan membuatnya menghabiskan watu di halaman sendiri.
baca juga :  http://mejajati.com/museum-kata-andrea-hirata/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *