Konsumsi Ikan Tidak Selamanya Sehat, Waspadai Bahaya Merkuri

WHO menyebutkan merkuri sebagai satu diantara 10 bahan kimia peringkat paling atas yang mengakibatkan masalah kesehatan. Merkuri sendiri yaitu bahan yang dengan cara alami ada di tanah, air, serta hawa. Merkuri yang ada pada hawa (yang datang dari asap pembakaran pabrik) pada akhirnya bakal mengendap di air. Kandungan merkuri di di air inilah yang lalu bakal menumpuk di ikan, hewan pemakan ikan serta kerang yang lalu dikonsumsi manusia.Baca Juga

Ikan Berjenis Spesifik Lebih Banyak Memiliki kandungan Merkuri
Beberapa orang tak mengerti bahaya merkuri yang terdapat didalam ikan itu. Methylmercury yaitu bentuk merkuri yang sangatlah beracun yang terdapat didalam hewan, termasuk juga ikan yang umum dikonsumsi manusia. Timbunan merkuri inilah yang mengakibatkan ikan serta kerang jadi sangatlah beracun untuk dikonsumsi. Beberapa type ikan lebih banyak terkandung methylmercury dibanding yang lain, bergantung pada :

Umur ikan.
Kedudukannya di rantai makanan.
Apa yang mereka makan.
Dalam kandungan tinggi, pajanan merkuri itu bisa membahayakan system kekebalan badan, paru-paru, jantung, ginjal, dan otak. Pada janin, bayi, serta anak kecil, paparan metyhilmercury pada pembuluh darah bisa menyerang system saraf hingga turunkan kekuatan mereka belajar serta memikirkan. Oleh karenanya, grup wanita yang mau hamil, ibu hamil serta ibu menyusui mesti tahu info type ikan yang mereka mengkonsumsi.

Bahaya merkuri pada manusia, terlebih keracunan methylmercury, bisa dikenali dari sinyal tanda berikut ini.

Penurunan koordinasi anggota badan.
Otot lemas.
Masalah pada system indera perasa.
Masalah pada pandangan perifer (lega pandang samping).
Ketakmampuan jalan, mendengar, serta bicara.
Tinggi atau rendahnya dampak kesehatan yang disebabkan oleh merkuri itu bergantung pada sebagian aspek, seperti dosis merkuri, bentuk bahan kimia merkuri yang dikonsumsi, umur pengonsumsi ikan, dan keadaan kesehatannya.

Tragedi Minamata di Jepang yaitu satu diantara contoh masalah keracunan merkuri atau merkurialisme atau hidrargria paling beresiko didalam histori.

Merkuri yang termetilasi oleh bakteri lalu diolah oleh ikan. Orang yang konsumsi ikan-ikan bermerkuri itu lalu alami masalah saraf, seperti kehilangan pendengaran serta/atau pandangan. Masalah terparah dihadapi oleh janin. Keracunan merkuri itu bisa didiagnosis dari analisa rambut maupun tes darah komplit. Kontrol pada urine dapat juga dikerjakan meskipun tes itu kurang bisa dihandalkan dibanding dua tes pada awal mulanya.

Kurangi Resiko Bahaya Merkuri
Ikan terus jadi sisi utama dalam pola makan sehat. Ikan serta kerang memiliki kandungan nutrisi serta protein dalam kandungan tinggi, sekalian asam lemak omega-3 serta kandungan lemak jemu yang rendah. Itu bikin ikan jadi bahan makanan ideal untuk kesehatan jantung serta perkembangan badan. Walau demikian, penentuan ikan untuk dikonsumsi juga butuh di perhatikan.

Waktu seorang konsumsi ikan yang memiliki kandungan merkuri, toksin itu tak berhenti mengendap di badannya. Merkuri dalam ikan yang dikonsumsi manusia lalu bakal keluar dari badan lewat ASI, urine, atau tinja. Tetapi merkuri dalam kandungan tinggi yang terdapat di badan memerlukan sekurang-kurangnya satu tahun sampai badan bersih dari kandungan bahan kimia itu mulai sejak mengkonsumsi ikan dihentikan.

Kenyataannya, seluruhnya manusia tentu terpajan merkuri dalam kandungan yang berlainan lantaran nyaris seluruhnya ikan serta kerang memiliki kandungan jejak-jejak merkuri. Hal yang bisa dikerjakan yaitu dengan membatasi mengkonsumsi makanan yang disangka memiliki kandungan bahan itu.

Jauhi atau batasi mengkonsumsi ikan yang punya potensi memiliki kandungan merkuri dalam kandungan tinggi. Makarel, tuna putih/albacore, hiu, serta todak yaitu beberapa type ikan yang bisa memiliki kandungan merkuri berkadar tinggi. Beberapa ikan itu dipakai sebagai bahan basic hidangan sushi. Ikan-ikan itu bisa datang dari laut, sungai, ataupun danau di lingkungan sekitar rumah. Di Jepang, mengkonsumsi ikan paus serta lumba-lumba sering jadi masalah keracunan seperti ke-2 type ikan itu memiliki kandungan merkuri dalam kandungan tinggi.

Mengkonsumsi ikan atau boga bahari lain dengan kandungan merkuri lebih rendah, seperti ikan tuna kaleng, udang, salmon, kod, tilapia, lele, lebih direferensikan. Untuk penuhi keperluan protein, Anda bisa konsumsi sekurang-kurangnya 200-350 gr ikan type itu terdiri dari 2-3 jumlah satu minggu. Tak kalah utama, batasi atau jauhi mengkonsumsi ikan mentah, terlebih untuk ibu hamil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *