Keterkaitan Perang Tarif dan Income Shifting Perusahaan MNC

Agenda lain yang mungkin direncanakan oleh pemerintah terkait penurunan tarif PPh badan adalah terkait fenomena income shifting perusahaan multi nasional yang saat ini cenderung terpusat di Singapura untuk kawasan ASEAN. Income shifting adalah memindahkan pendapatan dari suatu negara ke negara lain atau dari satu tahun ke tahun yang lain untuk tujuan pajak. Shifting dapat juga berarti memindahkan pendapatan dari satu anggota keluarga ke anggota keluarga lain dalam rangka mendapatkan manfaat untuk meminimalkan pajak (Business Dictionary). Dalam kaitannya dengan perusahaan MNC, bila tarif pajak suatu negara rendah ada kemungkinan aliran dana dan income akan segera mengalir ke negara tersebut. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menguji keterkaitan antara tarif pajak dengan income shifting. Salah satunya adalah jurnal yang ditulis Kenneth Klassen.

Fenomena persaingan tarif PPh Badan di antara negara-negara ASEAN sebagaimana telah disebutkan sebelumnya sebenarnya telah banyak dilakukan oleh negara-negara di dunia, diawali dari Eropa yaitu Inggris pada rentang 1984-1986, Amerika Serikat pada rentang 1986-1988, diikuti oleh negara-negara lain seperti Australia, Jepang hingga Jerman pada rentang 1987-1990. Kenneth Klassen, Mark Lang dan Mark Wolfson (2003) melalui jurnalnya yang berjudul Geographic Income Shifting by Multinational Corporation Response to Tax Rate Changes telah meniliti hubungan antara perubahan tarif pajak terhadap income shifting yang dilakukan oleh perusahaan multinasional. Baca: Training pph badan Hasil penelitian menunjukan adanya tendensi pengalihan income dari berbagai negara ke Eropa untuk kurun waktu 1984-1986, kemudian ke Amerika Serikat untuk kurun waktu 1986-1987. Akan tetapi, pada rentang 1987 dan seterusnya, income shifting ke Amerika berkurang karena fenomena pengurangan tarif PPh Badan telah terjadi di berbagai negara sehingga alternatif perusahaan multinasional untuk meletakan labanya semakin bervariasi.

Sampai dengan saat ini, belum ada research atas kondisi di ASEAN, khususnya di Indonesia. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa mayoritas negara ASEAN adalah negara berkembang (Emerging Market). Sementara itu, sejak tahun 2008, negara-negara adidaya telah menjalankan quantitative easing untuk mengatasi krisis dengan cara mencetak uang sebanyak mungkin lalu mengalirkannya ke negara-negara berkembang yang dianggap sebagai pasar empuk saat itu. info training pajak Dengan adanya aliran dana besar-besaran ke negara berkembang, maka ekonomi negara emerging market pun terpengaruh sehingga fenomena income shifting yang terjadi di ASEAN khususnya di Indonesia pun menjadi semakin menarik untuk diteliti.

Sumber: Indonesian Tax Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *