Apakah Itu Inkontinensia Urin pada Orang Lanjut Usia?

Apakah Itu Inkontinensia Urin pada Orang Lanjut Usia?

Makin maju jaman, makin kompleks juga penyakit yang menemaninya. Satu diantaranya adalah inkontinensia urin. Mungkin saja beberapa orang awan yang mengerutkan dahi saat mendengar nama penyakit yang satu ini. Dengan simpel, inkontinensia urin adalah ketakmampuan seorang dalam menahan air kencingnya sendiri jamu kuat tahan lama

Masalah kesehatan ini semakin banyak terjadi—bisa 2 x lipat—pada wanita yang telah sempat melahirkan. Perubahan otot pada wanita saat melahirkan anak jadi penyebabnya terjadinya inkontinensia urin ini.

Diluar itu, perubahan sebagian organ badan pada lanjut usia juga merubah terjadinya penyakit ini. Terdapat banyak kelompok klinis inkontinensia urin ini. Mari kita cermati satu-persatu.

  • Inkontinensia Urine Stres

Mungkin saja Anda sempat menjumpai orang yang saat tertawa atau batuk lalu dibarengi oleh keluarnya air kencing, baik sedikit maupun banyak. Biasanya, peristiwa itu dikarenakan oleh ada pelemahan otot di bagian basic panggul.

Walau bukanlah penyebabnya hanya satu, tetapi keseringan terjadinya inkontinensia karna ada pelemahan otot panggul itu. Inkontinensia kelompok ini umumnya berlangsung pada lanjut usia yang telah berumur 70-an th. serta biasanya terkena oleh wanita.

  • Inkontinensia Urine Urgensi

Sebagian masalah neurologis yang dihubungkan dengan inkontinensia urin urgensi ini seperti demensia, penyakit Parkinson, stroke, atau cedera medulla spinalis. Yang berlangsung pada type inkontinensia urin ini adalah pasien mengeluhkan tidak cukupnya saat untuk hingga ke toilet tetapi urin telah keluar lebih dahulu.

Akhirnya amat cepat pada hasrat berkemih serta sistem keluarnya urin sebelumnya pasien ada di kamar mandi. Type ini umumnya berlangsung orang yang sudah berumur lanjut, diatas 70-an th..

  • Inkontinensia Urine Luapan

Mungkin saja inkontinensia type ini agak tidak sering berlangsung. Tidak terkendalinya urin yang keluar dalam inkontinensia type ini dihubungkan dengan terjadinya pembesaran prostat atau multiple sclerosis, yang bisa mengakibatkan tidak berkontaksinya kandung kemih pasien.

Aspek obat-obatan dapat juga mengakibatkan terjadinya inkontinensia urin luapan ini. Bagaimana peristiwanya? Pasien yang menanggung derita inkontinensia urin luapan ini umumnya cuma keluarkan urin sedikit saja tanpa ada rasakan sensasi saat kandung kemihnya penuh.

  • Inkontinensia Urin Perananonal

Untuk type ini, umumnya berlangsung karna demensia berat, aspek lingkungan, dan aspek psikologis. Pada pasien yang menanggung derita inkontinensia type ini umumnya disertai dengan kemunculan beragam jenis tanda dan terjadinya deskripsi urodinamik yang lebih dari satu type inkontinensia urin.

Pelajari begitu dibutuhkan untuk ketahui si pasien positif menanggung derita inkontinensia urin atau tidak. Bila positif, apa sebagai pemicunya perlu untuk diketahui, untuk selekasnya di ambil aksi penyembuhan.

Penyembuhan inkontinensia ini biasanya memakai langkah operasi. Tetapi, bila tetap dalam step enteng, jadi dapat dicoba dengan lakukan terapi konservatif. Pemakaian obat-obatan, stimulasi, dan pemakaian alat mekanis adalah langkah popular yang dapat dikerjakan untuk menyembuhkan inkontinensia urin ini tanpa ada operasi.

Sebagian therapy yang dapat dikerjakan pada pasien inkontinensia urin ini diantaranya :

  • Therapy non-farmakologi

Umumnya hal yang dikerjakan dalam therapy ini adalah lewat cara melatih otot panggul untuk menahan kemih dengan tehnik distraksi serta relaksasi. Upayakan agar berkemih berlangsung 6-7 barangkali dalam satu hari. Beberapa lanjut usia juga akan dilatih untuk menahan hasrat berkemihnya sendiri yang semula tidak termonitor jadi termonitor, dalam beberapa saat spesifik saja. Awal mula dapat dikerjakan setiap jam, lalu diperpanjang intervalnya jadi 2-3 jam.

  • Therapy farmakologi

Therapy ini sudah pasti memakai obat-obatan seperti dicylomine, flavoxate, propanteine, serta imipramine.

  • Therapy pembedahan

Therapy ini umumnya dikerjakan pada pasien inkontinensia type urgensi serta stres. Dengan catatan, jika ke-2 langkah therapy diatas telah dikerjakan serta gagal. Therapy ini dikerjakan dengan pembedahan untuk menyingkirkan retensi pada urin.

Inkontinensia urin ini memanglah banyak menyerang beberapa lansia serta umumnya wanita. Tetapi, tidak tutup peluang Anda yang seseorang lelaki serta belum juga lanjut usia dapat juga menderitanya.

Maka dari itu, butuh cepat tanggap saat Anda atau orangtua yang terindikasi kuat menanggung derita inkontinensia urin lewat cara selekasnya memeriksakannya ke sisi urologi. Jangnan hingga pasien sudah menanggung derita penyakit ini dengan akut baru lalu dibawa ke dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *