6 Jenis Mainan yang Baik Untuk Anak

 

Bermain ialah proses belajar yang paling penting untuk anak-anak. Sebelum masuk sekolah dasar, hari-hari anak lebih banyak dihabiskan guna bermain. Pilihlah mainan anak yang sesuai dengan etape perkembangannya, agar proses belajar itu menjadi maksimal. Ketika memilihkan mainan anak, pikirkan keterampilan apa yang dipicu oleh mainan tersebut. Inilah sekian banyak  jenis mainan anak serta manfaatnya. Gunakanlah informasi ini dalam memilih mainan anak yang edukatif :

  1. Mainan tentang kegiatan sehari-hari

Imajinasi anak butuh dikembangkan untuk mengajar kreativitas serta keterampilan bersosialisasi yang baik. Pilihlah mainan anak yang serupa dengan kegiatan sehari-hari, misalnyan set mainan masak-masakan, perlengkapan untuk bermain dokter-dokteran, sepasang telepon.

Mainan-mainan ini menciptakan mereka dekat dengan kehidupan sehari-hari di dekat mereka. Ketika bermain masak-masakan, kita dapat menggunakan bahan sungguhan, contohnya wortel dan sayur hijau supaya anak merasa layaknya memasak sungguhan.

Untuk sayuran hijau, dapat digantikan dengan dedaunan yang anda petik dari taman. Permainan layaknya ini usahakan dimainkan bersama, bukan sendirian.

  1. Mainan anak yang membutuhkan pemecahan masalah

Jenis permainan yang mengajar anak guna memecahkan masalah contohnya puzzle serta permainan memasukkan benda sesuai format dan warnanya.

Di samping melatih keterampilan untuk memecahkan masalah, permainan tersebut pun melatih konsentrasi. Kedua keterampilan ini bermanfaat ketika anak telah masuk sekolah.

  1. Permainan yang memicu kreativitas

Permainan yang dapat memicu kreativitas dan logika anak contohnya lego atau merangkai blok. Di samping itu, menggambar atau mewarnai pun melatih kreativitas anak. Begitu pula lilin mainan atau tanah liat.

  1. Bola

Bermain dengan bola berukuran apapun menolong perkembangan koordinasi tangan, kaki, dan otak. Bila dimainkan bersama-sama, bermain bola mengajar interaksi sosial anak, serta mengajarkan anak mengenai menang dan kalah. Di samping itu, bermain bola bareng juga mengajarkan anak mengenai adanya giliran atau bergantian dalam bermain, sampai-sampai anak belajar menghargai orang lain.

  1. Mainan anak yang bermusik

Mengajak anak berdendang sambil menggerakkan badan atau menari dapat meningkatkan koordinasi anggota badan serta menstimulasi pikiran serta interaksi sosial. Mainan tidak mesti bermusik, sebab kita dapat menyuruh mereka bermain hanya dengan lagu dari CD. Lebih baik lagi bila dari DVD sebab anak bisa meniru gerakan pada video klip.

  1. Buku

Sebanyak mungkin, perkenalkan anak dengan buku. Sama seperti mainan anak, buku harus dipertahankan dalam situasi baik supaya anak menghargainya. Walaupun anak belum dapat membaca, mereka mulai diperkenalkan dengan buku dengan teknik membacakan kisah kepadanya.

Gunakan buku-buku bergambar, serta tunjukkan halaman-halaman itu kepadanya. Berceritalah sambil memperlihatkan gambar-gambarnya. Cara ini pun melatih khayalan mereka guna membayangkan kisah yang sedang dibacakan.

Ciri mainan yang baik:

Ketika melakukan pembelian mainan anak, ingatlah sejumlah ciri mainan yang baik sebagai berikut :

  • Aman guna anak
  • Menarik dan mengasyikkan untuk anak
  • Menstimulasi kreativitas dan imajinasi
  • Merangsang keingintahuan dan pikiran
  • Menantang, namun tidak menciptakan frustasi. Bila mainan terlalu susah dimainkan oleh anak, bakal membuatnya frustasi.
  • Merangsang supaya anak hendak memainkannya lagi berulang-ulang
  • Merangsang interaksi anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *